Setelah melewati perjuangan luar biasa melahirkan, Moms mungkin mulai menyadari pemandangan yang bikin kaget di kamar mandi: rambut rontok dalam jumlah banyak. Setiap keramas, sisir seolah berubah jadi “pengumpul kenangan” yang tak diundang.
Tenang, Moms. Kondisi ini sangat umum terjadi dan dikenal secara medis sebagai telogen effluvium. Sekitar 80–90% wanita mengalami rambut rontok setelah melahirkan. Kabar baiknya, ini bersifat sementara.
Yuk, pahami penyebab dan cara mengatasinya.
Kenapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan Bisa Terjadi?
Penyebab utama rambut rontok pasca persalinan adalah perubahan hormon, bukan karena menyusui.
1. Lonjakan Hormon Saat Hamil
Selama kehamilan, kadar hormon estrogen meningkat tinggi. Estrogen membuat rambut lebih lama berada dalam fase pertumbuhan (anagen).
Itulah sebabnya rambut Moms saat hamil sering terasa lebih tebal, kuat, dan berkilau.
2. Penurunan Estrogen Setelah Melahirkan
Setelah persalinan, kadar estrogen turun drastis. Rambut yang “tertahan” di fase pertumbuhan akhirnya masuk ke fase istirahat (telogen) secara bersamaan.
Akibatnya, rambut rontok terjadi dalam jumlah banyak dalam waktu relatif singkat. Ini bukan kerontokan permanen, melainkan siklus alami yang tertunda.
3. Stres dan Kurang Tidur
Kurang tidur, stres emosional, serta kelelahan fisik saat merawat bayi juga dapat memperburuk kerontokan. Tubuh yang belum pulih sepenuhnya membutuhkan waktu untuk kembali seimbang.
Kapan Rambut Akan Kembali Normal?
Rambut rontok biasanya mulai terlihat pada bulan ke-3 setelah melahirkan.
Puncaknya sering terjadi pada bulan ke-4 hingga ke-5.
Sebagian besar kondisi akan membaik dalam waktu 6 hingga 12 bulan setelah persalinan, seiring hormon kembali stabil.
Rambut perlahan tumbuh kembali, meski mungkin teksturnya terasa sedikit berbeda di awal.
Baca Juga : Ngabuburit di Salon: Cara Seru Menunggu Buka Puasa Sambil Self-Care
Tips Ampuh Merawat Rambut Pasca Melahirkan
Sambil menunggu hormon kembali stabil, Moms bisa melakukan perawatan sederhana berikut:
1. Gunakan Sampo untuk Rambut Tipis
Pilih sampo dan kondisioner khusus rambut rontok atau volume agar rambut terlihat lebih tebal dan tidak mudah lepek.
2. Hindari Alat Styling Panas
Kurangi penggunaan hairdryer, catokan, dan curling iron. Panas berlebih membuat batang rambut lebih rapuh dan mudah patah.
3. Perhatikan Asupan Nutrisi
Pastikan kebutuhan nutrisi tercukupi, terutama:
- Vitamin B kompleks
- Vitamin C
- Vitamin E
- Zinc
- Zat besi
Jika disarankan dokter, Moms bisa melanjutkan konsumsi vitamin prenatal.
4. Pilih Gaya Rambut yang Praktis
Potongan rambut lebih pendek sering membantu rambut terlihat lebih bervolume dan mudah dirawat, apalagi di tengah kesibukan mengurus si Kecil.
5. Hindari Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Mengikat rambut terlalu kuat dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan berlebihan pada akar rambut.
Gunakan ikat rambut yang lembut dan hindari gaya kuncir super ketat.
Baca Juga : Kuku Cantik Saat Lebaran? Ini Panduan Nails Treatment yang Wajib Dicoba
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Rambut rontok tidak membaik setelah 1 tahun
- Muncul area pitak atau kebotakan tidak merata
- Disertai gejala lain seperti lemas berlebihan
Kerontokan bisa saja dipicu oleh kondisi lain seperti anemia (kekurangan zat besi) atau gangguan tiroid.
Kesimpulan
Rambut rontok setelah melahirkan memang membuat panik, tetapi ini adalah proses alami akibat perubahan hormon. Meski terlihat dramatis, kondisi ini umumnya sementara dan akan membaik dalam beberapa bulan.
Yang terpenting, Moms tetap menjaga asupan nutrisi, mengelola stres, dan merawat rambut dengan lembut. Tubuh sedang beradaptasi setelah perjalanan luar biasa melahirkan. Beri waktu, dan rambut akan kembali tumbuh dengan ritmenya sendiri.
Baca Juga : Manfaat Treatment Callus Removal untuk Kaki Mulus
