Sudah Rajin Keramas Tapi Ketombe Makin Parah? Ini 5 Kesalahan yang Sering Tidak Disadari

Merasa sudah rutin keramas tapi ketombe justru makin menjadi? Kulit kepala terasa gatal, serpihan putih makin terlihat, bahkan muncul ketombe basah yang lengket?

Masalahnya mungkin bukan pada seberapa sering Anda mencuci rambut, melainkan bagaimana caranya.

Ketombe bukan sekadar soal kebersihan. Ia berkaitan dengan keseimbangan minyak alami, mikroorganisme, dan kondisi kulit kepala. Jika teknik keramas keliru, ekosistem ini bisa terganggu dan memicu ketombe semakin parah.

Berikut beberapa kesalahan fatal saat keramas yang sering tidak disadari.


1. Membilas Rambut Tidak Sampai Bersih

Ini adalah penyebab paling umum.

Sisa sampo atau kondisioner yang tertinggal dapat mengering dan menumpuk di kulit kepala. Residu ini memicu iritasi dan rasa gatal. Banyak orang mengira serpihan tersebut adalah ketombe alami, padahal sebenarnya sisa produk yang tidak terbilas sempurna.

Solusi:

  • Bilas rambut lebih lama dari biasanya.
  • Pastikan tidak ada bagian licin atau terasa berat di kulit kepala.
  • Fokus pada area belakang telinga dan tengkuk yang sering terlewat.

2. Terlalu Sering atau Justru Jarang Keramas

Frekuensi keramas sangat menentukan kesehatan kulit kepala.

Jika terlalu sering:
Minyak alami atau sebum akan hilang. Kulit kepala menjadi kering dan mudah mengelupas.

Jika terlalu jarang:
Minyak dan sel kulit mati menumpuk. Kondisi ini menjadi “makanan” ideal bagi jamur Malassezia, mikroorganisme yang sering dikaitkan dengan ketombe.

Idealnya, sesuaikan dengan jenis rambut:

  • Rambut berminyak: 1 hari sekali atau 2 hari sekali.
  • Rambut normal: 2 sampai 3 kali seminggu.
  • Rambut kering: 2 kali seminggu sudah cukup.

3. Menggunakan Air yang Terlalu Panas

Air panas memang terasa nyaman, tetapi suhu tinggi dapat menghilangkan kelembapan alami kulit kepala.

Kulit yang terlalu kering bisa memicu produksi minyak berlebih sebagai respons perlindungan. Minyak berlebih inilah yang menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur penyebab ketombe.

Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan panas menyengat.


4. Menggaruk Kulit Kepala dengan Kuku

Saat gatal menyerang, refleks menggaruk dengan kuku terasa memuaskan. Namun, kuku dapat menyebabkan luka mikro pada kulit kepala.

Luka kecil ini memicu peradangan dan pengelupasan yang lebih parah. Akibatnya, ketombe semakin terlihat dan rasa gatal makin intens.

Gunakan bantalan jari untuk memijat lembut kulit kepala saat keramas. Gerakan memutar ringan sudah cukup untuk membersihkan tanpa melukai.

Baca Juga : 7 Kebiasaan yang Menyebabkan Rambut Rontok


5. Mengoleskan Kondisioner Hingga ke Akar Rambut

Kondisioner dirancang untuk batang dan ujung rambut yang kering, bukan untuk kulit kepala.

Mengaplikasikannya hingga ke akar dapat menyumbat pori-pori dan membuat kulit kepala terlalu berminyak. Kondisi ini sering memicu ketombe basah yang lengket dan sulit hilang.

Oleskan kondisioner mulai dari tengah rambut hingga ke ujung saja.


Kesimpulan

Ketombe bukan hanya tentang bersih atau tidaknya rambut, tetapi tentang keseimbangan kulit kepala.

Teknik keramas yang tepat meliputi:

  • Membilas hingga benar-benar bersih
  • Menggunakan air suhu normal
  • Tidak menggaruk dengan kuku
  • Menyesuaikan frekuensi keramas
  • Menggunakan kondisioner hanya pada batang rambut

Jika ketombe tetap muncul meski sudah memperbaiki teknik keramas, mungkin Anda memerlukan sampo dengan kandungan khusus seperti zinc pyrithione, ketoconazole, atau selenium sulfide sesuai jenis ketombe yang dialami. Sudah keramas tapi muncul ketombe juga bisa disebabkan oleh kebiasaan yang salah saat keramas seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Baca Juga : Manfaat Treatment Callus Removal untuk Kaki Mulus