Mengapa Suasana Hati Berubah Menjelang Haid?

Pernah merasa lebih sensitif, mudah kesal, ingin makan makanan tertentu, atau mengalami kram perut beberapa hari sebelum menstruasi? Jika pernah, Anda tidak sendirian.

Berbagai keluhan tersebut dapat menjadi bagian dari Premenstrual Syndrome (PMS), yaitu kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul sebelum menstruasi. Salah satu faktor yang berperan adalah perubahan hormon menjelang haid.

Fluktuasi hormon selama siklus menstruasi merupakan proses alami. Namun, perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi fisik, energi, nafsu makan, hingga suasana hati pada sebagian wanita.

Apa yang Terjadi pada Hormon Menjelang Haid?

Siklus menstruasi melibatkan perubahan berbagai hormon yang bekerja secara terkoordinasi. Setelah ovulasi, tubuh memasuki fase luteal.

Jika tidak terjadi kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron kemudian menurun menjelang menstruasi. Perubahan inilah yang berkaitan dengan munculnya berbagai gejala PMS pada sebagian wanita.

1. Perubahan Hormon Progesteron

Setelah ovulasi, kadar progesteron meningkat. Hormon ini membantu mempersiapkan lapisan rahim untuk kemungkinan terjadinya kehamilan.

Jika kehamilan tidak terjadi, kadar progesteron akan menurun. Penurunan tersebut merupakan bagian normal dari siklus menstruasi dan terjadi menjelang dimulainya haid.

Fluktuasi progesteron dapat berkaitan dengan beberapa gejala PMS, seperti perubahan suasana hati, rasa lelah, payudara terasa lebih sensitif, serta perubahan nafsu makan pada sebagian wanita.

2. Perubahan Hormon Estrogen

Estrogen juga mengalami perubahan sepanjang siklus menstruasi. Setelah mencapai kadar tertentu di sekitar masa ovulasi, kadar estrogen kemudian menurun pada fase berikutnya dan kembali mengalami perubahan menjelang menstruasi.

Fluktuasi estrogen dapat berinteraksi dengan sistem kimiawi di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Karena itu, sebagian wanita dapat merasa lebih sensitif, mudah sedih, mudah marah, atau mengalami perubahan mood menjelang menstruasi.

Dampak Perubahan Hormon Menjelang Haid

Perubahan hormon tidak hanya berkaitan dengan suasana hati. PMS dapat menimbulkan berbagai keluhan fisik dan emosional.

1. Suasana Hati Berubah

Mood swing merupakan salah satu keluhan yang cukup umum menjelang menstruasi.

Anda mungkin merasa lebih mudah tersinggung, sensitif, sedih, cemas, atau mengalami perubahan emosi yang lebih cepat dibandingkan biasanya.

Setiap wanita dapat mengalami intensitas gejala yang berbeda. Ada yang hampir tidak merasakan perubahan, sementara yang lain dapat mengalami gejala yang cukup mengganggu.

2. Perut Kembung

Perubahan hormonal selama siklus menstruasi dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan sistem pencernaan.

Akibatnya, sebagian wanita dapat merasa perut lebih penuh, kembung, atau tidak nyaman menjelang menstruasi.

3. Payudara Terasa Lebih Sensitif

Perubahan hormon dapat menyebabkan payudara terasa lebih penuh, bengkak, atau sensitif sebelum menstruasi.

Keluhan ini umumnya bersifat sementara dan dapat membaik setelah menstruasi dimulai.

4. Jerawat Lebih Mudah Muncul

Perubahan hormonal selama siklus menstruasi dapat memengaruhi produksi sebum dan kondisi kulit.

Pada sebagian wanita, perubahan tersebut dapat membuat kulit lebih mudah berminyak sehingga jerawat lebih mudah muncul atau menjadi lebih aktif menjelang menstruasi.

Karena itu, tidak jarang wanita memperhatikan munculnya jerawat di area tertentu menjelang haid.

5. Nafsu Makan dan Keinginan Makan Berubah

Menjelang menstruasi, sebagian wanita mengalami perubahan nafsu makan atau food cravings, misalnya lebih ingin mengonsumsi makanan manis, asin, atau makanan tertentu.

Perubahan ini dapat berkaitan dengan kombinasi perubahan hormon, regulasi nafsu makan, suasana hati, dan faktor lainnya.

Jika sedang mengalami PMS, tetap usahakan pola makan seimbang dan jangan lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

6. Mudah Lelah

Rasa lelah atau kurang berenergi juga dapat muncul menjelang menstruasi.

Kualitas tidur yang menurun, perubahan suasana hati, kram, dan gejala PMS lainnya dapat membuat tubuh terasa lebih mudah lelah.

Bagaimana Cara Mengelola Gejala PMS?

Fluktuasi hormon menjelang haid merupakan bagian alami dari siklus menstruasi dan tidak perlu “diseimbangkan” secara paksa.

Namun, ada beberapa kebiasaan sehat yang dapat membantu membuat tubuh terasa lebih nyaman selama periode PMS.

1. Tetap Aktif Bergerak

Aktivitas fisik secara rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda, yoga, atau olahraga ringan lainnya, dapat membantu menjaga kebugaran dan pada sebagian wanita dapat membantu mengurangi beberapa gejala PMS.

Pilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh. Tidak perlu memaksakan olahraga berat ketika tubuh sedang terasa lelah.

2. Perhatikan Pola Makan

Usahakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari sayuran, buah, sumber protein, karbohidrat, dan lemak sehat.

Jika Anda sering mengalami kembung, perhatikan juga makanan atau minuman tertentu yang tampaknya memperburuk keluhan.

3. Cukupi Kebutuhan Cairan

Minum air yang cukup dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Cairan juga penting untuk mendukung fungsi tubuh selama siklus menstruasi.

4. Prioritaskan Tidur yang Cukup

Kurang tidur dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan suasana hati menjadi lebih sulit dikendalikan.

Usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan berikan tubuh waktu istirahat yang cukup, terutama ketika gejala PMS sedang terasa.

5. Luangkan Waktu untuk Relaksasi

Ketika tubuh dan mood sedang berubah menjelang haid, tidak ada salahnya memberikan waktu untuk diri sendiri.

Melakukan aktivitas yang membuat tubuh rileks, seperti membaca, mandi air hangat, melakukan perawatan diri, atau menikmati waktu tenang di salon khusus wanita, dapat menjadi bagian dari rutinitas self-care.

Apakah PMS Selalu Normal?

PMS cukup umum dialami wanita, tetapi bukan berarti semua keluhan sebelum haid harus dianggap biasa.

Jika gejala yang muncul sangat berat hingga mengganggu pekerjaan, aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, atau kualitas hidup, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Pada sebagian wanita, gejala emosional dan fisik yang sangat berat dapat berkaitan dengan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Kondisi ini berbeda dari PMS biasa dan membutuhkan evaluasi serta penanganan yang tepat.

Jangan ragu mencari bantuan profesional jika perubahan suasana hati terasa sangat berat atau sulit dikendalikan.

Kenali Pola Tubuh Menjelang Haid

Setiap wanita memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda. Ada yang hanya mengalami sedikit perubahan mood, sementara yang lain merasakan kombinasi gejala fisik dan emosional yang lebih banyak.

Mencatat siklus menstruasi dan gejala yang muncul setiap bulan dapat membantu Anda mengenali pola tubuh. Catatan tersebut juga dapat berguna ketika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter.

Jadikan Masa Menjelang Haid sebagai Waktu untuk Lebih Peduli pada Diri Sendiri

Perubahan hormon menjelang haid bukan berarti Anda sedang “terlalu sensitif”. Fluktuasi hormon selama siklus menstruasi memang dapat berkaitan dengan perubahan kondisi fisik dan emosional.

Selain menjaga pola tidur, makanan, aktivitas fisik, dan kebutuhan cairan, jangan lupa memberikan waktu untuk diri sendiri.

Sesekali, rehat sejenak dengan menikmati perawatan rambut atau tubuh di salon khusus wanita bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk memberikan ruang bagi diri sendiri di tengah rutinitas.

Alyafa Salon Muslimah hadir sebagai ruang perawatan khusus wanita untuk menemani momen self-care Anda dengan suasana yang nyaman dan privat.