Hati-hati! Ini 5 Asupan Pemicu Kanker yang Sering Dikonsumsi

Kanker merupakan salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, lingkungan, hingga gaya hidup. Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah pola makan sehari-hari.

Bukan berarti satu jenis makanan secara langsung menyebabkan kanker. Namun, beberapa jenis asupan diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker, terutama jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.

Lantas, apa saja asupan pemicu kanker yang sebaiknya dibatasi? Yuk, kenali beberapa di antaranya.

1. Daging Olahan

Sosis, nugget, ham, bacon, kornet, dan produk daging olahan lainnya termasuk makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena merupakan salah satu asupan pemicu kanker.

Daging olahan telah diklasifikasikan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) sebagai karsinogen bagi manusia. Konsumsi daging olahan berkaitan terutama dengan peningkatan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar.

Karena itu, coba batasi frekuensi konsumsi daging olahan dan lebih sering pilih sumber protein seperti ikan, telur, ayam segar, kacang-kacangan, atau sumber protein lainnya.

2. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Gula bukan berarti secara langsung “memberi makan sel kanker”. Namun, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan serta obesitas.

Obesitas sendiri berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi minuman manis, soda, boba, kue, dessert, dan camilan tinggi gula sebaiknya tetap diperhatikan.

Bukan berarti harus menghilangkan gula sepenuhnya. Yang penting adalah menjaga jumlah dan frekuensinya sebagai bagian dari pola makan seimbang.

3. Minuman Beralkohol

Konsumsi alkohol juga berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, usus besar, dan payudara.

Salah satu mekanismenya berkaitan dengan asetaldehida, yaitu senyawa yang terbentuk ketika tubuh memetabolisme alkohol dan dapat menyebabkan kerusakan DNA.

Semakin tinggi konsumsi alkohol, semakin besar pula risiko beberapa jenis kanker. Karena itu, menghindari atau membatasi alkohol merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko.

4. Makanan yang Terlalu Gosong

Memasak makanan dengan suhu sangat tinggi, terutama daging, dapat menghasilkan senyawa seperti heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).

Senyawa tersebut terbentuk, misalnya, ketika daging dibakar langsung di atas api atau sampai bagian luarnya sangat gosong. Beberapa senyawa ini diketahui dapat menyebabkan perubahan DNA dalam penelitian laboratorium.

Bukan berarti makanan yang dipanggang harus selalu dihindari. Untuk mengurangi paparan, hindari membuat makanan terlalu gosong dan usahakan memasaknya sampai matang dengan cara yang lebih terkendali.

5. Makanan Tinggi Lemak Trans dan Lemak Jenuh

Lemak trans perlu dibatasi karena dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit kardiovaskular. Sementara itu, hubungan langsung antara konsumsi lemak trans dengan kanker tidak sesederhana beberapa jenis asupan lain dalam daftar ini.

Lemak trans dapat ditemukan pada sebagian makanan olahan dan produk yang menggunakan minyak terhidrogenasi sebagian. Karena itu, biasakan membaca label nutrisi dan pilih makanan yang lebih minim proses.

Untuk pola makan sehari-hari, utamakan sumber lemak yang lebih sehat, seperti ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Cara Mengurangi Risiko Kanker dari Pola Makan

Tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin seseorang terbebas dari kanker. Namun, pola makan secara keseluruhan dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup yang lebih sehat.

Beberapa kebiasaan yang bisa mulai diterapkan antara lain:

Perbanyak Sayur dan Buah

Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian menyediakan serat serta berbagai zat gizi yang mendukung kesehatan tubuh.

Coba tambahkan variasi warna dalam menu harian agar asupan makanan lebih beragam.

Batasi Makanan Olahan

Kurangi frekuensi konsumsi daging olahan, makanan ultra-proses, serta makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, atau lemak tidak sehat.

Bukan berarti harus menghindarinya setiap saat. Kuncinya adalah menjadikan makanan bergizi sebagai bagian utama dari pola makan sehari-hari.

Pilih Cara Memasak yang Lebih Seimbang

Mengukus, merebus, menumis dengan minyak secukupnya, atau memanggang tanpa membuat makanan menjadi gosong dapat menjadi pilihan dalam menyiapkan makanan.

Jaga Berat Badan dan Tetap Aktif

Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat dan melakukan aktivitas fisik secara rutin merupakan bagian dari gaya hidup yang dapat membantu menurunkan berbagai risiko penyakit, termasuk beberapa jenis kanker.

Jangan Hanya Fokus pada Satu Jenis Makanan

Membahas asupan pemicu kanker bukan berarti kita harus takut pada setiap makanan yang dikonsumsi. Risiko kanker dipengaruhi oleh banyak faktor dan tidak ditentukan hanya oleh satu jenis makanan.

Yang lebih penting adalah melihat pola makan secara keseluruhan. Kurangi konsumsi makanan yang sebaiknya dibatasi, perbanyak makanan bergizi, tetap aktif bergerak, dan jalani kebiasaan hidup sehat secara konsisten.

Merawat tubuh bukan hanya tentang bagaimana penampilan terlihat dari luar, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga kesehatan dari dalam. Mulai dari pilihan kecil di meja makan, yuk lebih peduli pada tubuh sendiri. 🌿