Facial Saat Berjerawat, Boleh atau Tidak? Simak Faktanya di Sini!

Punya wajah berjerawat tetapi ingin melakukan facial? Kondisi ini sering membuat banyak perempuan ragu. Di satu sisi, ingin membersihkan wajah agar terasa lebih segar. Namun, di sisi lain, khawatir jerawat justru semakin meradang setelah perawatan.

Tidak sedikit orang menganggap facial merupakan solusi untuk semua jenis jerawat. Padahal, facial saat berjerawat tidak selalu cocok untuk setiap kondisi kulit.

Pada sebagian orang, facial yang dilakukan dengan teknik dan produk yang sesuai dapat membantu membersihkan kulit serta mengurangi penumpukan kotoran. Namun, pada jerawat yang sedang meradang, tindakan tertentu justru berisiko memperparah iritasi.

Lantas, apakah facial saat berjerawat boleh dilakukan? Jenis jerawat seperti apa yang sebaiknya tidak mendapatkan tindakan ekstraksi?

Yuk, Sahabat Muslimah, kenali faktanya sebelum menentukan perawatan wajah!

Apakah Facial Saat Berjerawat Boleh Dilakukan?

Jawabannya, boleh pada kondisi tertentu, tetapi tidak semua jenis jerawat cocok mendapatkan facial.

Facial merupakan perawatan wajah yang dapat mencakup pembersihan kulit, penggunaan produk tertentu, masker, hingga ekstraksi komedo sesuai kebutuhan.

Namun, facial kosmetik bukanlah pengobatan utama untuk seluruh jenis jerawat.

Jerawat dapat muncul akibat penyumbatan folikel rambut oleh minyak dan sel kulit mati, serta proses peradangan yang melibatkan berbagai faktor.

Karena itu, penanganan jerawat perlu disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan, dan kondisi kulit secara keseluruhan.

Jika jerawat tergolong ringan dan didominasi komedo, beberapa jenis facial mungkin dapat dipertimbangkan.

Sebaliknya, jika jerawat sedang meradang berat, terasa nyeri, atau membentuk benjolan dalam, sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter kulit sebelum menjalani perawatan kosmetik.

Jenis Jerawat yang Perlu Dikenali Sebelum Facial

Sebelum melakukan facial, penting untuk mengetahui bahwa jerawat memiliki beberapa bentuk dengan karakteristik yang berbeda.

1. Komedo Hitam atau Blackheads

Komedo hitam merupakan pori-pori yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, dengan bagian permukaan yang terbuka.

Warna hitam pada komedo terutama terjadi akibat proses oksidasi, bukan karena kotoran yang terperangkap.

Pada kondisi tertentu, ekstraksi komedo oleh tenaga yang terlatih dapat dipertimbangkan.

Namun, tindakan tetap harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan iritasi atau luka.

2. Komedo Putih atau Whiteheads

Komedo putih merupakan sumbatan pada folikel rambut dengan permukaan yang tertutup.

Tidak semua komedo putih perlu diekstraksi.

Sebagian dapat ditangani melalui rutinitas skincare yang sesuai, termasuk penggunaan bahan aktif anti-jerawat berdasarkan kebutuhan kulit.

3. Papula

Papula merupakan benjolan kecil yang meradang dan biasanya tampak kemerahan.

Jerawat jenis ini sebaiknya tidak dipencet atau diekstraksi secara paksa karena dapat memperburuk peradangan.

Jika facial tetap dilakukan, area yang sedang meradang perlu dihindari dari tindakan yang berpotensi menyebabkan trauma.

4. Pustula

Pustula merupakan jerawat meradang yang memiliki bagian berisi nanah.

Memencet pustula secara sembarangan dapat meningkatkan risiko luka, peradangan tambahan, dan bekas jerawat.

Karena itu, ekstraksi pustula tidak dianjurkan sebagai bagian dari facial kosmetik biasa.

5. Nodul dan Jerawat Kistik

Nodul dan jerawat kistik merupakan bentuk jerawat yang lebih dalam dan dapat terasa nyeri.

Kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan jaringan parut atau bopeng.

Jika mengalami jerawat jenis ini, sebaiknya prioritaskan pemeriksaan dokter kulit dibandingkan melakukan facial dengan ekstraksi.

Kapan Facial Boleh Dipertimbangkan Saat Berjerawat?

Facial dapat dipertimbangkan ketika kondisi kulit relatif stabil dan tidak sedang mengalami peradangan berat.

Beberapa keadaan yang mungkin sesuai antara lain:

  • Kulit berjerawat ringan dengan dominasi komedo.
  • Tidak terdapat luka terbuka atau infeksi aktif.
  • Kulit tidak sedang mengalami iritasi berat.
  • Produk yang digunakan sesuai dengan kondisi dan toleransi kulit.
  • Perawatan dilakukan dengan teknik yang lembut serta memperhatikan kebersihan.

Meski demikian, facial tidak menjamin jerawat akan sembuh atau tidak muncul kembali.

Jerawat yang berulang tetap membutuhkan perawatan dasar yang konsisten dan, pada kondisi tertentu, pengobatan medis.

Kapan Sebaiknya Menunda Facial?

Ada beberapa kondisi ketika facial sebaiknya ditunda atau jenis perawatannya dievaluasi terlebih dahulu.

1. Jerawat Sedang Meradang Berat

Jika wajah dipenuhi jerawat merah, bengkak, bernanah, atau terasa nyeri, hindari facial yang melibatkan ekstraksi dan gesekan berlebihan.

Tindakan agresif dapat memperburuk peradangan serta meningkatkan risiko bekas jerawat.

2. Kulit Sedang Iritasi atau Mengalami Sunburn

Kulit yang terasa panas, perih, mengelupas, atau terbakar sinar matahari membutuhkan waktu untuk pulih.

Melakukan facial dengan scrub, eksfoliasi, atau pijatan kuat pada kondisi ini dapat memperparah iritasi.

3. Sedang Menggunakan Obat Jerawat Tertentu

Penggunaan retinoid topikal, benzoyl peroxide, atau obat jerawat lainnya dapat memengaruhi toleransi kulit terhadap tindakan kosmetik.

Pada pasien yang menggunakan isotretinoin oral, beberapa prosedur tertentu juga memerlukan pertimbangan khusus.

Namun, tidak semua facial otomatis dilarang selama menggunakan obat jerawat.

Keamanan tindakan bergantung pada jenis prosedur, kondisi kulit, dan pengobatan yang sedang digunakan.

Karena itu, informasikan riwayat penggunaan obat kepada tenaga yang menangani perawatan.

4. Terdapat Luka atau Dugaan Infeksi Kulit

Jika kulit mengalami luka terbuka, lepuhan, atau infeksi aktif, sebaiknya tunda facial sampai kondisi dievaluasi dan ditangani dengan tepat.

Jenis Perawatan Wajah yang Dapat Dipertimbangkan untuk Kulit Berjerawat

Tidak semua facial memiliki tahapan yang sama.

Pemilihan perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, tingkat peradangan, serta tujuan perawatan.

Facial dengan Pembersihan Lembut

Perawatan yang berfokus pada pembersihan wajah secara lembut dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak dari permukaan kulit.

Namun, penggunaan produk tetap perlu disesuaikan agar tidak menyebabkan iritasi tambahan.

Perawatan dengan Ekstraksi Komedo Terbatas

Pada komedo tertentu, ekstraksi dapat dilakukan oleh tenaga yang terlatih menggunakan teknik dan alat yang sesuai.

Namun, ekstraksi tidak boleh dilakukan secara paksa, terutama pada jerawat yang meradang.

Perawatan dengan Bahan Aktif Anti-Jerawat

Bahan seperti salicylic acid dapat membantu mengatasi penyumbatan pori pada beberapa jenis kulit berjerawat.

Namun, konsentrasi, formulasi, dan cara penggunaannya harus diperhatikan.

Kulit yang sedang sensitif atau iritasi mungkin tidak cocok mendapatkan eksfoliasi tambahan.

Terapi Cahaya untuk Jerawat

Terapi cahaya tertentu, termasuk cahaya biru, telah diteliti sebagai terapi tambahan untuk beberapa jenis jerawat.

Namun, efektivitasnya bervariasi dan bukti klinisnya belum cukup untuk menganggap terapi cahaya sebagai pengganti seluruh pengobatan jerawat.

Pemilihan alat dan prosedur juga perlu mempertimbangkan kewenangan tenaga yang melakukan tindakan.

Sementara itu, klaim bahwa high-frequency facial pasti dapat membunuh bakteri penyebab jerawat atau mempercepat penyembuhan belum didukung bukti klinis yang cukup kuat.

5 Tips Aman Sebelum Melakukan Facial Saat Berjerawat

Agar perawatan tidak memperburuk kondisi wajah, perhatikan beberapa hal berikut.

1. Kenali Kondisi Jerawat

Perhatikan apakah jerawat didominasi komedo, papula, pustula, atau benjolan yang dalam dan nyeri.

Jika jerawat tergolong berat, sebaiknya periksakan kepada dokter kulit.

2. Informasikan Produk dan Obat yang Sedang Digunakan

Sampaikan jika Anda sedang menggunakan retinol, retinoid, obat jerawat, atau produk eksfoliasi.

Informasi tersebut penting untuk membantu menentukan apakah kulit sedang cocok mendapatkan perawatan tertentu.

3. Hindari Ekstraksi Jerawat Secara Paksa

Jangan memencet jerawat meradang, baik sendiri maupun saat menjalani perawatan wajah.

Jika tindakan terasa sangat nyeri atau kulit tampak semakin meradang, minta agar area tersebut tidak dimanipulasi.

4. Perhatikan Kebersihan Alat dan Produk

Pastikan perawatan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan tangan, alat, serta produk yang digunakan.

Hal ini penting untuk mengurangi risiko kontaminasi dan iritasi.

5. Gunakan Skincare yang Lembut Setelah Facial

Setelah facial, kulit dapat mengalami kemerahan atau sensitivitas sementara.

Gunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap yang sesuai, dan sunscreen jika kulit dapat menoleransinya.

Hindari sementara produk yang menyebabkan perih atau iritasi, terutama eksfoliator dan scrub.

Lama jeda penggunaan bahan aktif tidak selalu sama untuk semua orang dan sebaiknya mengikuti kondisi kulit serta arahan tenaga yang menangani.

Apakah Facial Bisa Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya?

Facial dapat membantu menjaga kebersihan kulit dan, pada kondisi tertentu, membantu menangani komedo.

Namun, facial tidak selalu dapat mengatasi penyebab jerawat yang berkaitan dengan produksi minyak, penyumbatan folikel, hormon, atau peradangan.

Selain itu, bekas jerawat juga memiliki jenis yang berbeda.

Bekas kehitaman setelah jerawat sembuh tidak sama dengan bopeng yang terjadi akibat perubahan struktur jaringan kulit.

Keduanya mungkin membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda.

Karena itu, hindari mengharapkan seluruh jerawat dan bekasnya hilang hanya dengan satu sesi facial.

Apakah Kulit Berjerawat Perlu Facial Secara Rutin?

Tidak ada aturan bahwa setiap orang dengan kulit berjerawat harus melakukan facial setiap bulan.

Frekuensi perawatan bergantung pada kondisi kulit, tujuan facial, dan respons setelah tindakan.

Sebagian orang mungkin merasa terbantu dengan perawatan pembersihan wajah tertentu, sementara yang lain justru lebih cocok dengan rutinitas skincare sederhana.

Jika jerawat terus muncul atau semakin berat, pemeriksaan dokter kulit lebih penting daripada menambah frekuensi facial.

Perawatan Wajah yang Nyaman di Alyafa Salon Muslimah Karawang

Sahabat Muslimah, memiliki kulit berjerawat bukan berarti Anda harus berhenti merawat wajah.

Namun, penting untuk memilih perawatan yang sesuai dan tidak memaksakan tindakan ketika kulit sedang meradang.

Alyafa Salon Muslimah menghadirkan ruang perawatan khusus perempuan dengan suasana privat, nyaman, dan ditangani oleh terapis perempuan.

Tersedia berbagai pilihan perawatan wajah, termasuk perawatan yang berfokus pada kebersihan dan kenyamanan kulit.

Sebelum memilih facial, sampaikan kondisi wajah serta keluhan yang sedang dialami agar jenis perawatan dapat dipertimbangkan dengan lebih tepat.

Jika jerawat sedang meradang berat, bernanah, atau terasa nyeri, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kulit.

Karena merawat diri bukan tentang mencoba semua treatment, tetapi memahami apa yang benar-benar dibutuhkan kulit.

Yuk, Sahabat Muslimah, berikan waktu untuk merawat diri dengan lebih nyaman di Alyafa Salon Muslimah.

Alyafa Salon Muslimah, Yuk, Rehat Sejenak.